Cara Menghitung Biaya Mengecat Rumah Menjelang Lebaran

Halo semua! Kali ini, aku ingin berbagi tips terbaru berdasarkan pengalaman menghitung biaya mengecat rumah persiapan jelang lebaran! Tapi di artikel ini, yg dibahas merupakan biayanya saja. Saya akan sebutkan secara jelas porto mengecat tempat tinggal sendiri mulai menurut harga alat-alatnya hingga dengan harga catnya. Yuk, langsung saja simak penjelasan lebih lanjutnya pada bawah ini.

Harga Alat dan Bahan buat Mengecat

Alat yang saya gunakan aku  beli pada toko cat terdekat. Saya nir terlalu picky sih, jadi saya tidak minta secara spesifik merk atau brand tertentu.


Kuas


Untuk kuas, saya gunakan yg ukurannya 4 inchi alias 10 cm & juga 1 inchi alias 2,lima cm. Yang 10 centimeter akan saya gunakan buat mengecat tembok & pintu berpermukaan lebar. Kalau yang 1 inchi, khusus buat area yg sempit.

  • Harga kuas 10 centimeter: Rp. 16.000,-
  • Harga kuas 2,5 centimeter: Rp. 6.000,-

Roller

Untuk roller saya beli yang ukurannya sedang. Dan sebetulnya aku  salah  beli sih, lantaran roller aku  lebih cocok dipakai untuk cat lateks. Tapi ya sudahlah, nyatanya lumayan kok digunakan buat cat akrilik.

  • Harga roller pendek ukuran sedang Rp. 24.000,-

Lantaran si roll ini pendek, saya masukkan tongkat berupa pipa paralon bekas. Tinggal dimasukkan saja kok ke lubang pegangan roll. Tapi jika Anda mau beli sekalian yg panjang atau tongkatnya sih silahkan saja.


Simak juga : Cara Memilih dan Mengecat Kandang Burung yang Benar


Amplas

Berapa besar  porto mengecat tempat tinggal   sendiri aku  jua termasuk ?Biaya  besar  buat membeli amplas?. Saya beli amplas lantaran banyak area tembok rumah yang berjamur. Sebetulnya sih, cat lama   menggunakan mudah aku  timpa & hasilnya pun rupawan (cat lama   dan cat baru tergolong 1 jenis, yakni cat berpelarut air). Cuma jamurnya itu wajib  dimusnahkan dulu.

Nah, buat menghilangkan fungi ini, aku  gunakan amplas yang paling kasar yang tersedia pada toko itu, yaitu yang nomornya 100 (PC100).

  • Harga per lembar amplas ini Rp. 4.000,-. Saya beli 10 biji, jadi totalnya Rp. 40.000,-.

Plamir

Bagian dinding yg berjamur jelas tak lagi berplamir pasca aku  amplas, makanya saya wajib  memplamir bagian ini dulu.

  • Harga plamir tembok: Rp. 20.000,-

Harga Cat

Nah ini dia komponen terbesar pada lebih jelasnya biaya  mengecat rumah sendiri ini. Hihi. Cat yg aku  gunakan terdapat dua jenis, yakni Decolith dan Vinilex Tinting. Saya nggak ngiklan lho ya. Dua cat ini saya beli karena tokonya paling dekat dengan tempat tinggal   saja. Silahkan jika Anda mau gunakan merk lain baik itu Dulux, Weldon, Propan, & lainnya (silahkan baca artikel aku  tentang Daftar Merk Cat?Buat tahu jenis-jenis merk cat tembok)

  • Yang Decolith, saya pilih yg warna buffer blue (2116). Saat itu, aku  beli menggunakan harga kisaran Rp. 115.000,-.
  • Kemudian yg Vinilex, saya beli menggunakan harga kisaran Rp. 110.000,- sampai Rp. 120.000,-

Lakban

Terakhir, saya juga membeli lakban. Lakban aku  gunakan buat melindungi bagian keramik di dinding bawah. Kalau nir saya lindungi, bagian ini pasti ?Morat-marit kotor terkena cat).

  • Lakban ini aku  beli menggunakan harga Rp. 25.000,-.

Bahan lainnya?

Masih poly bahan lainnya yang sebetulnya aku  gunakan. Tapi nir semuanya perlu saya beli. Misalnya, kursi yang aku  gunakan buat mengecat dan jua air buat mengencerkan cat.


Jadi Total Biaya Mengecat Rumah Sendiri

Jika ditotal mulai menurut harga kuas, cat, sampai lakban, maka sanggup dikatakan saya menghabiskan Rp. 361.000,-. Dari nominal ini, aku  telah menyulap 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, dan jua 1 ruang makan dengan rona biru & ungu yang manis. Jelas porto ini lebih irit, karena bila mengandalkan jasa tukang, biayanya sanggup hingga jutaan rupiah .


Belum ada Komentar untuk "Cara Menghitung Biaya Mengecat Rumah Menjelang Lebaran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel